kupandang bulan dengan senyuman
seakan kuperoleh balasan darinya
kurasakan tenang dia disana
walau tanpa teman di angkasa
seperti nuraniku yang berkata
dimana gerangan kekasih hati
kutatap lagi bulatnya penuh
sekarang dengan nada menuduh
apakah dia benar bahagia
ataukah enggan untuk bersama
dengan bintang yang selalu
terangi hatiku dengan cintanya
ingin aku menemani rembulan
agar belaian angin malam
tak buatnya jadi gelisah
tapi aku telah mempunyai
sebuah bintang yang tak mungkin
tuk ku ingkari
Senin, Mei 26, 2008
Senin, Mei 12, 2008
kaulah bintangku
senantiasa berdiri dalam gelap
mencoba memilah diantara
berjuta pendaran
tak satupun mampu berpijar
dalam kosongnya ruang jiwa
beralih pada dunia kasat mata
mencoba mencari diantara
berjuta wajah
hingga kutemukan pijarnya
dalam jiwa seorang gadis
akankah dapat selalu
kuperoleh sinar terangnya
untuk tunjukkan jalan
cerita kisah kasihku
mencoba memilah diantara
berjuta pendaran
tak satupun mampu berpijar
dalam kosongnya ruang jiwa
beralih pada dunia kasat mata
mencoba mencari diantara
berjuta wajah
hingga kutemukan pijarnya
dalam jiwa seorang gadis
akankah dapat selalu
kuperoleh sinar terangnya
untuk tunjukkan jalan
cerita kisah kasihku
asing
Aku bosan dengan sepi
Namun…
Tak pula aku suka hingar maupun bingar
Entah dimana aku berada
-tsaqOFAh-
Namun…
Tak pula aku suka hingar maupun bingar
Entah dimana aku berada
-tsaqOFAh-
mulaku
kuhirup udara juli senja
dengan teriakanku yang menggema
membulirkan butiran tirta
buah rasa haru dan sayang
dari seorang pria
dari seorang perempuan
yang mengikatku
dengan darahnya
dengan teriakanku yang menggema
membulirkan butiran tirta
buah rasa haru dan sayang
dari seorang pria
dari seorang perempuan
yang mengikatku
dengan darahnya
robin
siulnya tenangkan hatiku,
kala mentari coba merangkak
tuk menghangatkan bumi.
tariannya serap perhatianku
disaat aroma mimpi masih merebak.
seolah menyuruhku
tuk segera mandi
dengan sinar sang surya,
dan bermain dengannya.
tampak indah kemilaau bulunya
biaskan pelangi dari hati yang damai,
seakan ingin menemaniku,
seakan ingin memelukku,
seakan ingin memanjakanku,
hingga datang senja.
kala mentari coba merangkak
tuk menghangatkan bumi.
tariannya serap perhatianku
disaat aroma mimpi masih merebak.
seolah menyuruhku
tuk segera mandi
dengan sinar sang surya,
dan bermain dengannya.
tampak indah kemilaau bulunya
biaskan pelangi dari hati yang damai,
seakan ingin menemaniku,
seakan ingin memelukku,
seakan ingin memanjakanku,
hingga datang senja.
Langganan:
Postingan (Atom)